Namaku Randy, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di kota jakarta. Sehari hari aku bekerja untuk menambah uang jajan sebagai guru privat. Aku ngajar dari rumah le rumah. Lumayan, untuk gaji guru privat di jakarta ini cukup tinggi.
Biasanya untuk hari Rabu, aku akan mengajar di daerah Sunter. Di sana aku akan ngajar seorang anak kelas 9 SMP. Keluarga tersebut bisa di pastikan sebuah keluarga yang berkecukupan. Hal ini di tetapkan karena kesibukan orang tua anak yang aku ajar. Bapaknya memiliki sebuah toko di Glodok, sementara sang ibunya memiliki toko di daerah Cempaka Mas.
Hari itu aku ke rumah siswaku tersebut, namanya Stefani. Sebagai gambaran aja, stefani keturunan cina, aku sebenarnya juga kakek ku seorang cina. Kulitnya putih, bersih. Dengan tubuh sedikit kurus dan mata sipit.
Bel rumah aku pencet, lalu Stefani membukakan pintu. Biasa anak jaman sekarang dirumah hanya memakai tanktop dan hot pants. Sebelumnya ini juga sudah biasa aku melihat stefani berpakaian seperti ini. Lagian dia juga masih SMP.
"Hai ko" sapa stefani
"Hai juga, mana papi mami? Sepi" jawabku
"Lagi di toko ko" balas stefani.
Stefani lanjut ke lantai dua mengambil bukunya di kamar. Aku duduk di ruang keluarga, biasanya kami juga belajar di sini. Tiba tiba stefani datang.
" Ko aku ada PR nih, susahnya amsyong deh" stefani mulai pembicaraan
Lalu dengan diam aku lihat soal soal di buku latihan sekolahnya. Akhirnya aku memgajari stefani bagaimana menyelesaikan soal tersebut.
Stefani seorang anak yang mungkin sudah terlanjur dekat samaku. Bahkan saking deketnya orang tuanya aja membiarkan saja kalau aku mengajari anaknya meski tidak dirumah.
"Udah ko entar lagi, capek" tiba tiba stefani ngomong
" baru 13 soal kan masih 17 lagi fan" balas ku menyemangatinya.
"Entar aja ko, "
lalu dia menyambar hp nya.
"Ish bokep ni orang" tiba tiba stefani ngomong pada hpnya
"Napa sih fan" jawabku karena ingin tau
"Tau nih ko, ada yang ngirim foto ginian padaku" Stefani memperlihatkan foto di hp nya padaku.
Kulihat ada foto orang lagi menyepong, dan beberapa foto cewek lagi di entot.
" fani kan udah gede, biasalah" balasku
"Ih si koko juga bokep nih" jawab fani sambil melirikku tersenyum
"Ye kan udah gede juga koko" aku membalas senyumnya
" koko aja di kirimin video malahan"
Belum sempat menyelsaikan perkataanku,
" oya mana " jawab stefani
"Ye anak smp mana boleh liat" jawabku
"Ayolah ko, mana coba liat"
Belum sempat keluarkan hp dari kantong celana ku, stefani duduk disampingku
Ku keluarkan dan kuperlihatkan link bokep untuk di streaming. Stefani terdiam, melihatnya. Kami menonton sebuah video bokep dengan adegan lengkap dari nyepong hingga ngentot. Perlahan ku lihat wajah stefani memerah dan dia masih diam. Tanpa kusadari kontolku mulai ereksi. Nafsu ku mulai terasa, sedikit aku kadangelihat paha mulus atau ngintip payudara mungilnya.
"Ih gitu ya ko" tiba tiba stefani ngomong sambil melihatku. Aku tak menjawab, kebetulan saat itu aku lagi menatap payudaranya sambil melamun
Stefani menepuk pundakku, ye liatin tetek aku ko? Sambung stefani.
Eh ngak ngak jawabku
Pengen netek juga ko kayak di film tadi. Tanya stefani.
Aku hanya diam, berlahan dia memberikan dadanya ke wajahku, sambil duduk di atas pangkuanku. Dia tertawa nyengir.
" keras juga kontol lu ko" dia merasakan kontol dibalik celanaku di selangkangnya
Wajahnya makin memerah, tiba tiba stefani membuka tanktop nya dan dengan liar memaksa aku netek padanya. Gerakan nya makin liar matanya memejam. Aku rasa dia sudah terbawa nafsu. Sesekali aku sambar bibirnya yang bernafas sesak dan membuka dengan bibirku.
Terasa makin sesak aku berhenti, dan membuka celana ku. Lalu baju ku. Aku sudah bugil, stefani hanya diam melihat kontolku di depan matanya. Kuserang stefani sambil menindihnya, kuraba dan luremas payudaranya, sesekali ku ciumi dari bibir leher hingga mengisap putingnya.
" kontol koko pengen di masukin juga kemulut fani, ? " tanya nya
Mendpaat respon positif aku langsung berdiri dan dia duduk, tanganya meraba bola bolaku . Perlahan dia masukin ke mulut. Beberapa menit kemudian ku dorong stefani, dia telentang. Aku duduk didadanya, kumasukan kontol kemulutnya, sempit terus kupaksa hingga dia hampir kesedak.
Sekitar 5 menit kemudian fani mendorongku, akhirnya dia berkata.
" udah ko, koko mau ini sambil dia menunjuk celananya. Aku hanya mengangguk.
"Kejar aku ko" sambungnya sambil tertawa
Ku kejar dia dengan larian kecil. Dia menuju kamarnya di lantai atas. Setelah dapat kupeluk dia, sambil memberikan ciuman di lehernya. Aku di dorong hingga terlentang di kasur, tiba tiba dia langsung membuka celananya sendiri. Aku yang terdiam melihat memeknya dengan bulu yang tipis.
Dia menyodorkan memeknya ke mulutku, melihat pelajaran dari video tadi sepertinya. Akhirnya dia merintih geli. Kucium dan kujilat memek nya. Akhirnya dalam gerakan setengah kejang dia berbisik "aku pengen pipis ko"
Kulepaskan dekapan mesumku darinya, ku bimbing ke kamar mandi dan kubtonton dia pipis. Selepas itu kami berpagur lagi, sambil berjalan hingga ranjang.
Diranjang stefani langsung menungging.
"Ko aku coba di sini, "
Aku yang tak sabar, menggesekan kepala kontol di belahan memek kecilnya dengan gaya dogi.
Berurung nafsu, perlahan ku masukkan sedikit kepala kontolku. Tiba tiba stefani menjerit
"Awhhhhh sakit koo"
Tanpa peduli terus kumasuki lebih dalam dan ku goyangkan pantatnya. Yang kudengar hanya erangan
" uuaaauuaaawh uoooaaahh lagi ko"
Darah mengalir dari mememknya, tetapi sayang dilewatkan, tampaknya dia juga mulai menikmati.
Tak lama , aku berhenti. Ku lap darah dari memeknya dengan tisu. Begitu juga dari kepal kontolku, sisa darahnya ku bersihkan. Stefani yang terlapar lunglai. Lalu kulanjutkan dengan merentangkan kakinya, dan kutusuk memeknya dari depan dengan kontolku.
Stefani hanya mengerang basah dengan mata memejam membuka.
Memek sempitnya kurajam dengan kontolku. Tiba tiba aku berbisik ke stefani, entah inspirasi dariman.
" fan coba koko entot lobang pantat mu ya?"
Stefani hanya mengangguk lemah, kuputar tubuhnya hingga telungkup. Kunaikkan kaki nya hingga seperti orang sujud.
Memek merah merekah ada di depan mata,,tapi sayang melewati untuk mencicip lobang pantat si cantik ini.
"Fan , beri koko ludahmu, "
Dengan gerak lambat stefanu meludahi kontolku, dan meratakan dengan tangannya. Lalu ku cium bibirnya sambil memberikan ludahku padanya. Alaminya dia sadar ini untuk menambah pelicin kontolku.
Lubang pantat sempit, mulai kutusuk dengan perlahan, tangan ku liar ke dada dan memeknya, stefani hany mengerang. Aku tak perdulikan itu lagi. Ku pompa terus lubang pantatnya, sesekali ku keluarkan dan kutusuk memeknya lagi, lalu ke lobang pantatnya lagi. Hingga akhirnya dia tak sanggup menahan tubuh dengan lutut, dia sekarang di ranjang tertungkup. Aku yan hampir ejakulasi mengeluarkan kontol dari lobang lobang nya.
Kubalikan badannya, mulut nya yang masih mengangaga kusumpal dengan kontol kulagi, kali ini aku lebih cepat mengerakkan pinggangku, hingga akhirnya kusemburkan benih di mulut stefani. Stefani hanya terlentang pasrah, dengan mulut, berlendir putih, aku kemudian terkapar di sisinya..
Biasanya untuk hari Rabu, aku akan mengajar di daerah Sunter. Di sana aku akan ngajar seorang anak kelas 9 SMP. Keluarga tersebut bisa di pastikan sebuah keluarga yang berkecukupan. Hal ini di tetapkan karena kesibukan orang tua anak yang aku ajar. Bapaknya memiliki sebuah toko di Glodok, sementara sang ibunya memiliki toko di daerah Cempaka Mas.
Hari itu aku ke rumah siswaku tersebut, namanya Stefani. Sebagai gambaran aja, stefani keturunan cina, aku sebenarnya juga kakek ku seorang cina. Kulitnya putih, bersih. Dengan tubuh sedikit kurus dan mata sipit.
Bel rumah aku pencet, lalu Stefani membukakan pintu. Biasa anak jaman sekarang dirumah hanya memakai tanktop dan hot pants. Sebelumnya ini juga sudah biasa aku melihat stefani berpakaian seperti ini. Lagian dia juga masih SMP.
"Hai ko" sapa stefani
"Hai juga, mana papi mami? Sepi" jawabku
"Lagi di toko ko" balas stefani.
Stefani lanjut ke lantai dua mengambil bukunya di kamar. Aku duduk di ruang keluarga, biasanya kami juga belajar di sini. Tiba tiba stefani datang.
" Ko aku ada PR nih, susahnya amsyong deh" stefani mulai pembicaraan
Lalu dengan diam aku lihat soal soal di buku latihan sekolahnya. Akhirnya aku memgajari stefani bagaimana menyelesaikan soal tersebut.
Stefani seorang anak yang mungkin sudah terlanjur dekat samaku. Bahkan saking deketnya orang tuanya aja membiarkan saja kalau aku mengajari anaknya meski tidak dirumah.
"Udah ko entar lagi, capek" tiba tiba stefani ngomong
" baru 13 soal kan masih 17 lagi fan" balas ku menyemangatinya.
"Entar aja ko, "
lalu dia menyambar hp nya.
"Ish bokep ni orang" tiba tiba stefani ngomong pada hpnya
"Napa sih fan" jawabku karena ingin tau
"Tau nih ko, ada yang ngirim foto ginian padaku" Stefani memperlihatkan foto di hp nya padaku.
Kulihat ada foto orang lagi menyepong, dan beberapa foto cewek lagi di entot.
" fani kan udah gede, biasalah" balasku
"Ih si koko juga bokep nih" jawab fani sambil melirikku tersenyum
"Ye kan udah gede juga koko" aku membalas senyumnya
" koko aja di kirimin video malahan"
Belum sempat menyelsaikan perkataanku,
" oya mana " jawab stefani
"Ye anak smp mana boleh liat" jawabku
"Ayolah ko, mana coba liat"
Belum sempat keluarkan hp dari kantong celana ku, stefani duduk disampingku
Ku keluarkan dan kuperlihatkan link bokep untuk di streaming. Stefani terdiam, melihatnya. Kami menonton sebuah video bokep dengan adegan lengkap dari nyepong hingga ngentot. Perlahan ku lihat wajah stefani memerah dan dia masih diam. Tanpa kusadari kontolku mulai ereksi. Nafsu ku mulai terasa, sedikit aku kadangelihat paha mulus atau ngintip payudara mungilnya.
"Ih gitu ya ko" tiba tiba stefani ngomong sambil melihatku. Aku tak menjawab, kebetulan saat itu aku lagi menatap payudaranya sambil melamun
Stefani menepuk pundakku, ye liatin tetek aku ko? Sambung stefani.
Eh ngak ngak jawabku
Pengen netek juga ko kayak di film tadi. Tanya stefani.
Aku hanya diam, berlahan dia memberikan dadanya ke wajahku, sambil duduk di atas pangkuanku. Dia tertawa nyengir.
" keras juga kontol lu ko" dia merasakan kontol dibalik celanaku di selangkangnya
Wajahnya makin memerah, tiba tiba stefani membuka tanktop nya dan dengan liar memaksa aku netek padanya. Gerakan nya makin liar matanya memejam. Aku rasa dia sudah terbawa nafsu. Sesekali aku sambar bibirnya yang bernafas sesak dan membuka dengan bibirku.
Terasa makin sesak aku berhenti, dan membuka celana ku. Lalu baju ku. Aku sudah bugil, stefani hanya diam melihat kontolku di depan matanya. Kuserang stefani sambil menindihnya, kuraba dan luremas payudaranya, sesekali ku ciumi dari bibir leher hingga mengisap putingnya.
" kontol koko pengen di masukin juga kemulut fani, ? " tanya nya
Mendpaat respon positif aku langsung berdiri dan dia duduk, tanganya meraba bola bolaku . Perlahan dia masukin ke mulut. Beberapa menit kemudian ku dorong stefani, dia telentang. Aku duduk didadanya, kumasukan kontol kemulutnya, sempit terus kupaksa hingga dia hampir kesedak.
Sekitar 5 menit kemudian fani mendorongku, akhirnya dia berkata.
" udah ko, koko mau ini sambil dia menunjuk celananya. Aku hanya mengangguk.
"Kejar aku ko" sambungnya sambil tertawa
Ku kejar dia dengan larian kecil. Dia menuju kamarnya di lantai atas. Setelah dapat kupeluk dia, sambil memberikan ciuman di lehernya. Aku di dorong hingga terlentang di kasur, tiba tiba dia langsung membuka celananya sendiri. Aku yang terdiam melihat memeknya dengan bulu yang tipis.
Dia menyodorkan memeknya ke mulutku, melihat pelajaran dari video tadi sepertinya. Akhirnya dia merintih geli. Kucium dan kujilat memek nya. Akhirnya dalam gerakan setengah kejang dia berbisik "aku pengen pipis ko"
Kulepaskan dekapan mesumku darinya, ku bimbing ke kamar mandi dan kubtonton dia pipis. Selepas itu kami berpagur lagi, sambil berjalan hingga ranjang.
Diranjang stefani langsung menungging.
"Ko aku coba di sini, "
Aku yang tak sabar, menggesekan kepala kontol di belahan memek kecilnya dengan gaya dogi.
Berurung nafsu, perlahan ku masukkan sedikit kepala kontolku. Tiba tiba stefani menjerit
"Awhhhhh sakit koo"
Tanpa peduli terus kumasuki lebih dalam dan ku goyangkan pantatnya. Yang kudengar hanya erangan
" uuaaauuaaawh uoooaaahh lagi ko"
Darah mengalir dari mememknya, tetapi sayang dilewatkan, tampaknya dia juga mulai menikmati.
Tak lama , aku berhenti. Ku lap darah dari memeknya dengan tisu. Begitu juga dari kepal kontolku, sisa darahnya ku bersihkan. Stefani yang terlapar lunglai. Lalu kulanjutkan dengan merentangkan kakinya, dan kutusuk memeknya dari depan dengan kontolku.
Stefani hanya mengerang basah dengan mata memejam membuka.
Memek sempitnya kurajam dengan kontolku. Tiba tiba aku berbisik ke stefani, entah inspirasi dariman.
" fan coba koko entot lobang pantat mu ya?"
Stefani hanya mengangguk lemah, kuputar tubuhnya hingga telungkup. Kunaikkan kaki nya hingga seperti orang sujud.
Memek merah merekah ada di depan mata,,tapi sayang melewati untuk mencicip lobang pantat si cantik ini.
"Fan , beri koko ludahmu, "
Dengan gerak lambat stefanu meludahi kontolku, dan meratakan dengan tangannya. Lalu ku cium bibirnya sambil memberikan ludahku padanya. Alaminya dia sadar ini untuk menambah pelicin kontolku.
Lubang pantat sempit, mulai kutusuk dengan perlahan, tangan ku liar ke dada dan memeknya, stefani hany mengerang. Aku tak perdulikan itu lagi. Ku pompa terus lubang pantatnya, sesekali ku keluarkan dan kutusuk memeknya lagi, lalu ke lobang pantatnya lagi. Hingga akhirnya dia tak sanggup menahan tubuh dengan lutut, dia sekarang di ranjang tertungkup. Aku yan hampir ejakulasi mengeluarkan kontol dari lobang lobang nya.
Kubalikan badannya, mulut nya yang masih mengangaga kusumpal dengan kontol kulagi, kali ini aku lebih cepat mengerakkan pinggangku, hingga akhirnya kusemburkan benih di mulut stefani. Stefani hanya terlentang pasrah, dengan mulut, berlendir putih, aku kemudian terkapar di sisinya..
Tag: